ada seorang suami membelikan buah jeruk utk istrinya, setelah dimakan sang istri ternyata buahnya jeruknya asam, lalu istri berkata "Pak jeruknya asem.."
suami menjawab "Istriku ketika engkau makan buah ini siapa yg engkau salahkan? apakah aku sebagai pembeli?
jika iya, sebenarnya aku ingin membelikan kamu buah yg manis...."
istrinya jawab "tidak wahai suamiku..."
lalu suami berkata "Apakah pedagangnya..?, sebenarnya ia pun ingin menjual buah yg manis, agar tidak mengecewakan pembeli, dan dagangannya pun laku berlangsung lama..."
si istri menjawab "tidak juga wahai suamiku"
suami berkata "jika begitu tinggal satu yang dapat engkau salahkan.. yaitu Tuhan yg menciptakan buah ini....."
istri pun tak menjawab dan langsung menghabiskan itu buah jeruk yg masam itu...*eating*
Itulah permisalan taqdir Alloh, yg baik dan yg buruk, apa kita selaku hamba yg tiada daya dan upaya mau menyalahkan Sang Kholiq yg Maha Kuasa...? Lalu dimana letak keimanan kita? :)