ada seorang suami membelikan buah jeruk utk istrinya, setelah dimakan sang istri ternyata buahnya jeruknya asam, lalu istri berkata "Pak jeruknya asem.."
suami menjawab "Istriku ketika engkau makan buah ini siapa yg engkau salahkan? apakah aku sebagai pembeli?
jika iya, sebenarnya aku ingin membelikan kamu buah yg manis...."
istrinya jawab "tidak wahai suamiku..."
lalu suami berkata "Apakah pedagangnya..?, sebenarnya ia pun ingin menjual buah yg manis, agar tidak mengecewakan pembeli, dan dagangannya pun laku berlangsung lama..."
si istri menjawab "tidak juga wahai suamiku"
suami berkata "jika begitu tinggal satu yang dapat engkau salahkan.. yaitu Tuhan yg menciptakan buah ini....."
istri pun tak menjawab dan langsung menghabiskan itu buah jeruk yg masam itu...*eating*
Itulah permisalan taqdir Alloh, yg baik dan yg buruk, apa kita selaku hamba yg tiada daya dan upaya mau menyalahkan Sang Kholiq yg Maha Kuasa...? Lalu dimana letak keimanan kita? :)
IRDP
Minggu, 03 Agustus 2014
Selasa, 29 Juli 2014
KUNCI UMUR PANJANG DAN JAUH DARI PENYAKIT
Seseorang bertanya kpd al-'Alim al-'Allamah al-Habib Husein al-Hamid ttg kunci panjang umur dan sehat selalu :
“Wahai Habib, knp engkau mendapatkan anugerah dari Alloh berumur panjang dan jauh dari penyakit?”
Jawab beliau:
“Di hati saya tidak ada sedikit pun rasa iri dan dengki terhadap orang lain. Dan hati saya penuh husnudhon kepada Alloh dan sesama manusia.”
Selain itu, kunci Habib Husain adalah karena beristiqomah sholat Shubuh berjamaah di masjid, hingga akhir hayatnya. Serta ia gemar melakukan jalan kaki sekitar satu jam....
#Abot? Kudu dipekso.... ;)
“Wahai Habib, knp engkau mendapatkan anugerah dari Alloh berumur panjang dan jauh dari penyakit?”
Jawab beliau:
“Di hati saya tidak ada sedikit pun rasa iri dan dengki terhadap orang lain. Dan hati saya penuh husnudhon kepada Alloh dan sesama manusia.”
Selain itu, kunci Habib Husain adalah karena beristiqomah sholat Shubuh berjamaah di masjid, hingga akhir hayatnya. Serta ia gemar melakukan jalan kaki sekitar satu jam....
#Abot? Kudu dipekso.... ;)
Senin, 28 Juli 2014
Shaum Syawal
Ada 1 amal ibadah yang baik dan tidak di temukan di bulan2 yg lainya yaitu puasa 6 hari di bulan syawal.
Rasulullah saw bersabda "Barang siapa puasa di bulan ramadhan kemudian di ikuti puasa 6 hari di bulan syawal,maka ia termasuk orang2 yg berpuasa selama 1 tahun.
Kenapa bisa...?
Rasulullah saw bersabda "Puasa Romadhon pahalanya sama dengan puasa 10 bulan dan puasa 6 hari di bulan syawal pahalanya sama dengan puasa 2 bulan maka genaplah 1 tahun..."
Puasa ini pun besar sekali pahalanya...karena kita puasa ditengah gempuran godaan makanan2 lebaran yg serba ada, belum lg uang selip jatprem yg menggoda utk jajan bakso.... :D :G !-)
Lebih lanjut penjelasan Haditsnya
من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوال كان كصوم الدهر
- Brgsiapa yg berpuasa Romadhon, kemudian menambahkan puasa 6 hari dari bulan syawwal maka ia bagaikan berpuasa seumur hidup.
- Kata ADDAHRU dlm hadits diatas bermakna sepanjang umur, itu artinya BAGI ORANG YG TIAP TAHUN SELALU MENUNAIKAN PUASA ROMADHON LALU MENAMBAH 6 HARI. tiap tahun ia selalu nambah 6 hari itu
- Adapun bagi seorg yg hanya tumben atau sekali2 pernah nambah puasa 6 hari maka puasanya bagai setahun.(tahun itu saja)
- Fadilah puasa disini adalah puasa 6 hari itu pahalanya besar seprti pahala puasa wajib.
jadi puasa 30 hari + 6 hari itu pahalanya dilipatganda 10 kali lipat (bagaikan 360 hari yaitu jumlah hari dalam setahun) dan berupa pahala ibadah fardu, bukan pahala ibadah sunnat. wooow kan? Sesuai Qo'idah Alloh lebih menyukai ibadah fardu drpd ibadah sunnah.
والفرض فيما قعدوه اكثر#
فضلا من النفل كما قد ذكروا
- Bagi org yg puasa Romadhonnya blum langkap, misal bolong karena udzur atau sengaja batal,maka ia harus mendahukukan qodo puasanya dulu, bukan yg 6 hari ini.
sesuai qaidah:
لا نفل قبل الفرض
sperti wanita yg bolong puasanya karena haid, pada bulan syawalnya ia lebih dulu mengqodo puasanya, baru kemudian nambah puasa 6 hari.
andai ia puasa 6 hari dulu baru kemudian qodo , maka ia gak dapat pahala yg tersebut di hadits di atas.
Adapun bagi org yg bolong puasanya karena sengaja dan tanpa udzur, maka HARAM baginya mendahulukan puasa 6 hari ini, karena ia berkewajiban mengqodo puasanya yg bolong.
Cara puasa 6 hari ini:
- AFDHOLNYA langsung puasa hari ini smpe 5 hari kedepan.
- langsung puasa sekarang tapi tidak continue 6 hari langsung,
misal hari ini puasa, besok tidak puasa, trus puasa lagi, trus tidak lagi dstrs...
- boleh juga puasanya bukan sekarang, dan tidak continue 6 hari langsung.
yg penting dalam bulan syawal ini puasa 6 hari.
jadi masih banyak kesempatan jika seandainya besok belum bisa puasa karena masih nuansa silaturahim dan suguhan... :)
Rasulullah saw bersabda "Barang siapa puasa di bulan ramadhan kemudian di ikuti puasa 6 hari di bulan syawal,maka ia termasuk orang2 yg berpuasa selama 1 tahun.
Kenapa bisa...?
Rasulullah saw bersabda "Puasa Romadhon pahalanya sama dengan puasa 10 bulan dan puasa 6 hari di bulan syawal pahalanya sama dengan puasa 2 bulan maka genaplah 1 tahun..."
Puasa ini pun besar sekali pahalanya...karena kita puasa ditengah gempuran godaan makanan2 lebaran yg serba ada, belum lg uang selip jatprem yg menggoda utk jajan bakso.... :D :G !-)
Lebih lanjut penjelasan Haditsnya
من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوال كان كصوم الدهر
- Brgsiapa yg berpuasa Romadhon, kemudian menambahkan puasa 6 hari dari bulan syawwal maka ia bagaikan berpuasa seumur hidup.
- Kata ADDAHRU dlm hadits diatas bermakna sepanjang umur, itu artinya BAGI ORANG YG TIAP TAHUN SELALU MENUNAIKAN PUASA ROMADHON LALU MENAMBAH 6 HARI. tiap tahun ia selalu nambah 6 hari itu
- Adapun bagi seorg yg hanya tumben atau sekali2 pernah nambah puasa 6 hari maka puasanya bagai setahun.(tahun itu saja)
- Fadilah puasa disini adalah puasa 6 hari itu pahalanya besar seprti pahala puasa wajib.
jadi puasa 30 hari + 6 hari itu pahalanya dilipatganda 10 kali lipat (bagaikan 360 hari yaitu jumlah hari dalam setahun) dan berupa pahala ibadah fardu, bukan pahala ibadah sunnat. wooow kan? Sesuai Qo'idah Alloh lebih menyukai ibadah fardu drpd ibadah sunnah.
والفرض فيما قعدوه اكثر#
فضلا من النفل كما قد ذكروا
- Bagi org yg puasa Romadhonnya blum langkap, misal bolong karena udzur atau sengaja batal,maka ia harus mendahukukan qodo puasanya dulu, bukan yg 6 hari ini.
sesuai qaidah:
لا نفل قبل الفرض
sperti wanita yg bolong puasanya karena haid, pada bulan syawalnya ia lebih dulu mengqodo puasanya, baru kemudian nambah puasa 6 hari.
andai ia puasa 6 hari dulu baru kemudian qodo , maka ia gak dapat pahala yg tersebut di hadits di atas.
Adapun bagi org yg bolong puasanya karena sengaja dan tanpa udzur, maka HARAM baginya mendahulukan puasa 6 hari ini, karena ia berkewajiban mengqodo puasanya yg bolong.
Cara puasa 6 hari ini:
- AFDHOLNYA langsung puasa hari ini smpe 5 hari kedepan.
- langsung puasa sekarang tapi tidak continue 6 hari langsung,
misal hari ini puasa, besok tidak puasa, trus puasa lagi, trus tidak lagi dstrs...
- boleh juga puasanya bukan sekarang, dan tidak continue 6 hari langsung.
yg penting dalam bulan syawal ini puasa 6 hari.
jadi masih banyak kesempatan jika seandainya besok belum bisa puasa karena masih nuansa silaturahim dan suguhan... :)
Sunah Sebelum Sholat Ied
Sunnah sebelum sholat 'Idul Fithri
- Mandi sunnah
- Memakai pakaian putih
- Memakai minyak wangi
- Makan dan minum dulu
- Berangkat dan pulang dgn jalan yg berbeda
- Mandi sunnah
- Memakai pakaian putih
- Memakai minyak wangi
- Makan dan minum dulu
- Berangkat dan pulang dgn jalan yg berbeda
Kebiasaan Para Ulama Habaib Tarim Hadhramaut Yaman
فائدة:
ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺛﻠﺜﻤﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﻭﺃﻫﺪﺍﻫﺎ ﻷﻣﻮﺍﺕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻗﺒﺮ ﺃﻟﻒ ﻧﻮﺭ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺃﻟﻒ ﻧﻮﺭ
"siapa yg membaca "Subhanalloh Wa Bihamdihi" di hari ied 300 X, kemudian dihadiahkan pahala nya kepada org2 yg meninggal dari kaum muslimin, maka dimasukan kedalam kubur nya 1000 cahaya, dan ia pun jika meninggal, maka Alloh masukan kedalam kubur nya 1000 cahaya"
ket:
Ini merupakan kebiasaan para Ulama Habaib di Tarim Hadhramaut Yaman membaca nya sehabis sholat subuh
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻳﺤﻴﻲ ﻭﻳﻤﻴﺖ ﻭﻫﻮ ﺣﻲ ﻻ ﻳﻤﻮﺕ ﺑﻴﺪﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻗﺪﻳﺮ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﻗﺒﻞ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺯﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺣﻮﺭﺍﺀ ﻭﻛﺄﻧﻤﺎ ﺃﻋﺘﻖ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺭﻗﺒﺔ ﻭﻛﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﻳﺒﻨﻮﻥ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﺪﺍﺋﻦ ﻭﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ ﺍﻷﺷﺠﺎﺭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ, ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺰﻫﺮﻱ ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺘﻬﺎ ﻣﻨﺬ ﺳﻤﻌﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﻧﺲ, ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺘﻬﺎ ﻣﻨﺬ ﺳﻤﻌﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ [نزهة المجالس]
Dari Sayyidina Anas bin Malik r.a, dari Rosululloh SAW "Siapa yg membaca di salah satu dari 2 ied kalimat "La ilaha illalloh Wahdahu Laa Syarikalah Lahulmulku Wa Lahulhamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Sya'in Qodiir} 400 X sebelum sholat ied, maka akan Alloh akan nikahkan dgn 400 bidadari surga dan mendapat pahala memerdekakan 400 hamba sahaya dan Alloh perintahkan kpda malaikat membuatkan lapangan2 yg luas dan di tanami pohon2 nanti di hari kiamat"
Berkata az-Zuhry tidak pernah ku tinggalkan (mengamalkan) nya semenjak mendengar dari Anas, berkata Anas bin Malik r.a tidak pernah ku meninggalkanya semenjak mendengar dari Rosululloh SAW...
نهنئكم بقدوم عيد المبارك ❄
جعلنا الله وإياكم من العائدين و الفائزين ❄
تقبل الله منا و منكم ياالله يا كريم ❄
ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺛﻠﺜﻤﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﻭﺃﻫﺪﺍﻫﺎ ﻷﻣﻮﺍﺕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻗﺒﺮ ﺃﻟﻒ ﻧﻮﺭ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺃﻟﻒ ﻧﻮﺭ
"siapa yg membaca "Subhanalloh Wa Bihamdihi" di hari ied 300 X, kemudian dihadiahkan pahala nya kepada org2 yg meninggal dari kaum muslimin, maka dimasukan kedalam kubur nya 1000 cahaya, dan ia pun jika meninggal, maka Alloh masukan kedalam kubur nya 1000 cahaya"
ket:
Ini merupakan kebiasaan para Ulama Habaib di Tarim Hadhramaut Yaman membaca nya sehabis sholat subuh
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻳﺤﻴﻲ ﻭﻳﻤﻴﺖ ﻭﻫﻮ ﺣﻲ ﻻ ﻳﻤﻮﺕ ﺑﻴﺪﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻗﺪﻳﺮ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ﻗﺒﻞ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺯﻭﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺣﻮﺭﺍﺀ ﻭﻛﺄﻧﻤﺎ ﺃﻋﺘﻖ ﺃﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺭﻗﺒﺔ ﻭﻛﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﻳﺒﻨﻮﻥ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﺪﺍﺋﻦ ﻭﻳﻐﺮﺳﻮﻥ ﻟﻪ ﺍﻷﺷﺠﺎﺭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ, ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺰﻫﺮﻱ ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺘﻬﺎ ﻣﻨﺬ ﺳﻤﻌﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﻧﺲ, ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺘﻬﺎ ﻣﻨﺬ ﺳﻤﻌﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ [نزهة المجالس]
Dari Sayyidina Anas bin Malik r.a, dari Rosululloh SAW "Siapa yg membaca di salah satu dari 2 ied kalimat "La ilaha illalloh Wahdahu Laa Syarikalah Lahulmulku Wa Lahulhamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Sya'in Qodiir} 400 X sebelum sholat ied, maka akan Alloh akan nikahkan dgn 400 bidadari surga dan mendapat pahala memerdekakan 400 hamba sahaya dan Alloh perintahkan kpda malaikat membuatkan lapangan2 yg luas dan di tanami pohon2 nanti di hari kiamat"
Berkata az-Zuhry tidak pernah ku tinggalkan (mengamalkan) nya semenjak mendengar dari Anas, berkata Anas bin Malik r.a tidak pernah ku meninggalkanya semenjak mendengar dari Rosululloh SAW...
نهنئكم بقدوم عيد المبارك ❄
جعلنا الله وإياكم من العائدين و الفائزين ❄
تقبل الله منا و منكم ياالله يا كريم ❄
UCAPAN SELAMAT IDUL FITHRI
Banyak yg salah mengartikan arti drpada lafadz
"Minal A'idin" dgn mengartikannya "Mohon Maaf Lahir dan Bathin". Juga translate ke huruf latinnya yg sering salah, spt "Minal Aidzin wal Faidzin" atau "Minal Aizin Wal Faidzin" dsb........
Coba kita lihat tulisan arabnya:
"من العا ئدين والفائزين"
Maka penulisan latinnya yg benar adalah:
"MINAL A'IDIIN WAL FAAIZIIN"
Artinya:
Semoga termasuk drpd org yg kembali (fitrah) dan bahagia (dunia dan akherat)
Krn memang janji Alloh spt itu (fitrah/suci) sesuai Hadits Baginda Nabi saw " brgsiapa yg berpuasa "Imanan Wahtisaaban" maka akan keluar (dr bln romadhon) spt bayi yg baru dilahirkan (fitrah).
Makna "Imaanan Wahtisaban" sndiri adl bepuasa dgn benar2 krn Alloh,menjaga hati dan seluruh tubuh dr maksiat kepadaNya.
Tentu saja, ini hnya dpt dicapai oleh org2 yg benar2 mengisi bulan ini dgn ibadah krn Alloh (bkn menulis status ibadahnya di media sosial..spt "alhamdulillaah,qur'annya sdh khatam" dll...8-} ) yg kebanyakan kita tentu sj melakukan hal ini....X_X
Bahkan banyak diantaranya yg puasa tp tak sholat,puasa tp tak menutup aurat,puasa tp ttp maksiat, ghibah, bohong, dan masih banyak lagi....ma
Padahal jika melihat dr segi kualitas ibadah kita kpd Alloh selama bln Romadhon ini kita msh sgt jauh dari arti "Minal A'idin" tsb. Puasa kita hnya sebatas menahan lapar dan haus saja, tak lebih. Berbeda dgn para ulama salaf dahulu, mrk benar2 menghidupkan bulan mulia ini hanya semata2 utk beribadah kpd Alloh.
Maka dr itu Imam al-Ghozali membagi tingkatan puasa menjadi 3 :
- Puasa awam (menahan lapar dan haus doang......=;( )
- Puasa Khos (menahan nafsu)
- Puasa khowasil Khowas (menahan seluruh anggota tubuh,hati, dan fikiran dr maksiat)
Gelar "Minal A'idin" hanya bs dibuktikan jika kita melihat seseorg tsb stlh melewati bulan romadlon ini, lihatlah...jika ibadahnya makin giat,akhlak mkn bagus maka dijamin orang ini LAYAK dpt gelar "Minal A'idiin Wal Faaiziin"
Semoga kita bisaaaa.....! :-)< O:)
By Mundzier
IRDP Rouhah Group
27 Juli 2014
"Minal A'idin" dgn mengartikannya "Mohon Maaf Lahir dan Bathin". Juga translate ke huruf latinnya yg sering salah, spt "Minal Aidzin wal Faidzin" atau "Minal Aizin Wal Faidzin" dsb........
Coba kita lihat tulisan arabnya:
"من العا ئدين والفائزين"
Maka penulisan latinnya yg benar adalah:
"MINAL A'IDIIN WAL FAAIZIIN"
Artinya:
Semoga termasuk drpd org yg kembali (fitrah) dan bahagia (dunia dan akherat)
Krn memang janji Alloh spt itu (fitrah/suci) sesuai Hadits Baginda Nabi saw " brgsiapa yg berpuasa "Imanan Wahtisaaban" maka akan keluar (dr bln romadhon) spt bayi yg baru dilahirkan (fitrah).
Makna "Imaanan Wahtisaban" sndiri adl bepuasa dgn benar2 krn Alloh,menjaga hati dan seluruh tubuh dr maksiat kepadaNya.
Tentu saja, ini hnya dpt dicapai oleh org2 yg benar2 mengisi bulan ini dgn ibadah krn Alloh (bkn menulis status ibadahnya di media sosial..spt "alhamdulillaah,qur'annya sdh khatam" dll...8-} ) yg kebanyakan kita tentu sj melakukan hal ini....X_X
Bahkan banyak diantaranya yg puasa tp tak sholat,puasa tp tak menutup aurat,puasa tp ttp maksiat, ghibah, bohong, dan masih banyak lagi....ma
Padahal jika melihat dr segi kualitas ibadah kita kpd Alloh selama bln Romadhon ini kita msh sgt jauh dari arti "Minal A'idin" tsb. Puasa kita hnya sebatas menahan lapar dan haus saja, tak lebih. Berbeda dgn para ulama salaf dahulu, mrk benar2 menghidupkan bulan mulia ini hanya semata2 utk beribadah kpd Alloh.
Maka dr itu Imam al-Ghozali membagi tingkatan puasa menjadi 3 :
- Puasa awam (menahan lapar dan haus doang......=;( )
- Puasa Khos (menahan nafsu)
- Puasa khowasil Khowas (menahan seluruh anggota tubuh,hati, dan fikiran dr maksiat)
Gelar "Minal A'idin" hanya bs dibuktikan jika kita melihat seseorg tsb stlh melewati bulan romadlon ini, lihatlah...jika ibadahnya makin giat,akhlak mkn bagus maka dijamin orang ini LAYAK dpt gelar "Minal A'idiin Wal Faaiziin"
Semoga kita bisaaaa.....! :-)< O:)
By Mundzier
IRDP Rouhah Group
27 Juli 2014
Kisah Gadis Kecil Di Hari Raya 'Idul Fitri
Kisah ini terjadi di Madinah...
Pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw spt biasanya mengunjungi rumah demi rumah tk mendoakan para muslimin agar merasa bahagia di hari raya itu.
Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dgn mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba2 Rasulullah saw melihat disebuah sudut ada seorg gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal2 dan sepatu yang telah usang.
Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dgn kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yg putih sewangi bunga mawar itu dgn penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dgn suaranya yg lembut :
“Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”
Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yg bertanya, perlahan2 ia menjawab sambil bercerita :
“Pada hari raya yg suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama org tuanya dgn berbahagia. Anak-anak bermain dgn riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”
Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, beliau turut menangis, seketika hatinya diliputi kesedihan yg mendalam. Dgn penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata:
“Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yg akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”
Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dgn penuh takjub org yg berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, org tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dgn Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yg sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yg lembut seperti sutra itu.
Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dgn penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yg indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :
“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab dgn riang:
“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yg tdk bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yg hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yg indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”
Rasulullah saw bersabda :
”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yg indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/ menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yg di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yg memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”
By Mundzier
IRDP Rouhah Group
28 Juli 2014
Pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw spt biasanya mengunjungi rumah demi rumah tk mendoakan para muslimin agar merasa bahagia di hari raya itu.
Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dgn mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba2 Rasulullah saw melihat disebuah sudut ada seorg gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal2 dan sepatu yang telah usang.
Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dgn kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yg putih sewangi bunga mawar itu dgn penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dgn suaranya yg lembut :
“Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”
Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yg bertanya, perlahan2 ia menjawab sambil bercerita :
“Pada hari raya yg suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama org tuanya dgn berbahagia. Anak-anak bermain dgn riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”
Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, beliau turut menangis, seketika hatinya diliputi kesedihan yg mendalam. Dgn penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata:
“Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yg akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”
Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dgn penuh takjub org yg berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, org tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dgn Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yg sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yg lembut seperti sutra itu.
Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dgn penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yg indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :
“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab dgn riang:
“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yg tdk bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yg hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yg indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”
Rasulullah saw bersabda :
”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yg indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/ menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yg di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yg memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”
By Mundzier
IRDP Rouhah Group
28 Juli 2014
Langganan:
Komentar (Atom)