Senin, 28 Juli 2014

Kisah Gadis Kecil Di Hari Raya 'Idul Fitri

Kisah ini terjadi di Madinah...
Pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw spt biasanya mengunjungi rumah demi rumah tk mendoakan para muslimin agar merasa bahagia di hari raya itu.

Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dgn mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba2 Rasulullah saw melihat disebuah sudut ada seorg gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal2 dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dgn kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yg putih sewangi bunga mawar itu dgn penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dgn suaranya yg lembut :

“Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”

Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yg bertanya, perlahan2 ia menjawab sambil bercerita :

“Pada hari raya yg suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama org tuanya dgn berbahagia. Anak-anak bermain dgn riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, beliau turut menangis, seketika hatinya diliputi kesedihan yg mendalam. Dgn penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata:

“Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yg akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dgn penuh takjub org yg berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, org tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dgn Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yg sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yg lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dgn penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yg indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :

“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”



Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab dgn riang:

“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yg tdk bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yg hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yg indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Rasulullah saw bersabda :

”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yg indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/ menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yg di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yg memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”

By Mundzier
IRDP Rouhah Group
28 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar